2 menit baca
Bibit Petai Unggul: Berapa Tahun Sampai Berbuah?
Perbedaan waktu berbuah bibit petai cangkok/okulasi dibanding bibit dari biji, plus jarak tanam dan ukuran lubang tanam yang disarankan.

Salah satu pertanyaan paling sering ditanyakan sebelum beli bibit petai adalah: berapa lama sampai bisa panen? Jawabannya sebenarnya tergantung jenis bibitnya — bibit dari biji dan bibit hasil cangkok/okulasi punya rentang waktu berbuah yang cukup jauh berbeda.
Cangkok/Okulasi vs Bibit dari Biji
Petai bisa diperbanyak dengan dua cara: generatif (menyemai biji langsung/seedling) atau vegetatif (cangkok maupun okulasi dari indukan yang sudah terbukti produktif). Perbedaan waktu berbuahnya cukup signifikan:
- Bibit dari biji (seedling) — umumnya baru mulai berbuah setelah 5-7 tahun, bahkan beberapa sumber menyebut bisa sampai 7-10 tahun tergantung perawatan dan kondisi lingkungan.
- Bibit cangkok/okulasi — karena sudah mewarisi sifat produktif dari indukannya, biasanya mulai berbuah jauh lebih cepat, sekitar 3-4 tahun sejak tanam.
Ini kenapa kebanyakan bibit petai yang dijual di pasaran sekarang adalah hasil cangkok atau okulasi, bukan dari biji — terutama buat yang menanam dengan tujuan produksi, bukan cuma penghijauan jangka panjang.
Jarak Tanam dan Lubang Tanam
Petai tumbuh jadi pohon besar dengan tajuk lebar, jadi butuh ruang yang cukup luas. Jarak tanam yang disarankan minimal 6x6 meter antar pohon, dengan lubang tanam berukuran sekitar 60x60x60 cm. Sebelum bibit dimasukkan, lubang tanam sebaiknya diisi campuran tanah dan pupuk kandang/kompos terlebih dahulu, lalu dibiarkan sekitar satu minggu supaya gas dalam tanah menghilang sebelum ditanami.
Petai bisa tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, dan butuh penyinaran matahari penuh sepanjang hari — jadi pastikan lokasi tanam tidak ternaungi pohon lain yang lebih tinggi.
Perawatan Setelah Tanam
Perawatan dasar bibit petai relatif sederhana:
- Penyiraman — dilakukan rutin pagi dan sore, terutama penting di musim kemarau. Yang perlu diperhatikan, area akar jangan sampai tergenang air karena bisa memicu busuk akar.
- Pemupukan — diberikan secara berkala, minimal sebulan sekali atau setiap dua minggu untuk hasil yang lebih optimal, menggunakan pupuk NPK dikombinasikan dengan pupuk kandang/kompos.
- Pemangkasan — membantu membentuk tajuk pohon dan mengurangi persaingan cabang untuk mendapat sinar matahari, sekaligus meningkatkan sirkulasi udara supaya risiko penyakit lebih rendah.
Dari Berbunga sampai Panen
Setelah pohon memasuki usia produktif dan mulai berbunga, prosesnya belum langsung selesai — dibutuhkan waktu kurang lebih 3-4 bulan lagi sejak penyerbukan bunga sampai polong petai siap dipetik. Tanda polong sudah matang biasanya terlihat dari warna kulitnya yang berubah dari hijau muda menjadi hijau tua.
Kalau Anda berencana menanam petai dan ingin hasil panen lebih cepat, bibit cangkok/okulasi jadi pilihan yang lebih masuk akal dibanding menyemai dari biji. Chat kami untuk cek stok dan ukuran bibit petai yang tersedia.
Artikel Terkait
Tanaman PerkebunanPemerintah Kucurkan Rp9,5 Triliun untuk Peremajaan Kopi & Kakao, Ini Faktanya
Program peremajaan kopi & kakao pemerintah senilai triliunan rupiah 2025-2027 — apa isinya dan kaitannya dengan penanam bibit skala kecil di Purworejo.
Baca selengkapnya →
Bibit BuahTabulampot: Bisa Nggak Bibit Alpukat, Kelengkeng, Sawo Ditanam di Pot untuk Halaman Sempit?
Tabulampot jadi solusi populer buat halaman sempit. Tapi apakah alpukat, kelengkeng, dan sawo sama-sama gampang berbuah di pot? Ini faktanya.
Baca selengkapnya →
Pohon Kayu & KehutananSengon vs Jabon — Mana Lebih Cepat Balik Modal untuk Investasi Kayu?
Sengon dan Jabon sama-sama kayu cepat tumbuh, tapi karakter dan pasarnya beda. Simak perbandingannya sebelum menentukan pilihan untuk lahan Anda.
Baca selengkapnya →Masih ada pertanyaan soal bibitnya?
Tanya via WhatsApp