3 menit baca
Bidara Lagi Ramai Diburu Orang — Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Ikut Menanamnya
Belakangan banyak mendadak cari bibit bidara. Kenalan dulu dengan tanamannya — cara tanam, cara rawat, dan kenapa banyak dicari orang.

Kalau belakangan ini sering lihat bidara wara-wiri di media sosial, Anda tidak sendiri. Dari konten kesehatan-kecantikan sampai konten bernuansa spiritual, tanaman ini jadi salah satu yang paling banyak dicari orang untuk ditanam sendiri di rumah. Tapi sebelum ikut beli bibitnya, ada baiknya kenalan dulu dengan tanamannya — supaya ekspektasinya pas dan perawatannya tepat.
Kenalan Dulu dengan Bidara
Bidara (Ziziphus mauritiana), disebut juga widara di beberapa daerah, adalah tanaman berbentuk perdu atau pohon kecil dengan daun hijau mengkilap dan buah berbentuk bulat lonjong yang berubah warna dari hijau ke cokelat saat matang. Aslinya tanaman ini cocok tumbuh di daerah kering — tahan cuaca panas, tahan kekurangan air, dan bisa hidup di berbagai jenis tanah mulai dari tanah berpasir sampai tanah liat yang drainasenya baik.
Karena sifatnya yang tahan banting ini, bidara termasuk salah satu tanaman yang relatif gampang dirawat pemula, bahkan untuk yang belum banyak pengalaman berkebun.
Kenapa Belakangan Banyak Dicari?
Ada dua alasan utama yang bikin bidara ramai dicari akhir-akhir ini. Pertama, dari sisi kesehatan dan perawatan kulit — daun dan buahnya cukup sering dibahas di konten kesehatan alami maupun jadi bahan produk perawatan kulit. Kedua, dari sisi budaya dan spiritual, bidara punya tempat khusus dalam berbagai tradisi dan sering dikaitkan dengan praktik tertentu.
Perlu jujur disampaikan: untuk klaim manfaat kesehatannya, penelitian ilmiah soal tanaman genus Ziziphus ini masih tergolong terbatas — jadi sebaiknya jangan langsung menelan mentah-mentah klaim yang beredar di media sosial. Sementara soal sisi budaya/spiritualnya, itu masuk ranah kepercayaan masing-masing orang, bukan sesuatu yang bisa dibuktikan atau dibantah lewat artikel soal tanaman. Yang bisa kami pastikan dari sisi nursery adalah: bidara memang tanaman yang nyata, bisa ditanam, dan punya banyak kegunaan praktis di luar dua hal itu — termasuk sebagai tanaman pekarangan, pagar hidup, sampai sumber kayu yang cukup kuat.
Cara Menanam Bidara di Pekarangan
Bidara bisa diperbanyak dari biji maupun secara vegetatif seperti stek batang atau sambung. Untuk pemula yang beli bibit siap tanam, langkah-langkahnya relatif sederhana:
- Pilih lokasi kena sinar matahari penuh. Bidara tumbuh optimal di tempat terbuka, bukan area teduh.
- Pastikan media tanam/tanahnya tidak becek. Bidara toleran kekeringan tapi tidak suka akarnya terendam air terus-menerus — tanah harus punya drainase yang baik.
- Beri jarak tanam yang cukup kalau menanam lebih dari satu pohon dan membiarkannya tumbuh besar — untuk skala kebun biasanya sekitar 5-9 meter antar pohon. Kalau tujuannya untuk pagar hidup di pekarangan sempit, jarak bisa lebih rapat asal rutin dipangkas.
- Ikat ke ajir/tongkat penyangga selagi masih muda supaya batangnya tumbuh lurus dan tidak roboh tertiup angin.
Perawatan Setelah Ditanam
- Penyiraman: bidara tahan kering, tapi tetap butuh disiram teratur terutama saat masa berbunga dan berbuah supaya hasilnya maksimal.
- Pemangkasan: dipangkas secara berkala untuk membentuk 4-5 cabang penyangga yang kokoh, sekaligus merangsang tunas baru tempat bunga akan muncul. Waktu yang tepat memangkas biasanya setelah panen buah atau saat pohon mulai menggugurkan daun.
- Hama yang perlu diwaspadai: salah satu masalah yang cukup sering muncul adalah busuk akar, biasanya dipicu media tanam yang terlalu lembap — jadi drainase yang baik itu penting sejak awal.
Jadi, Worth Ditanam Nggak?
Terlepas dari ramai-tidaknya di media sosial, bidara memang tanaman yang punya banyak kegunaan nyata: cocok untuk pekarangan yang panas dan kurang air, bisa dibentuk jadi pagar hidup, buahnya bisa dimakan langsung, dan kayunya cukup kuat untuk berbagai keperluan. Kalau tertarik menanam karena tren yang lagi ramai, itu sah-sah saja — tapi datang dengan ekspektasi yang tepat: rawat sebagai tanaman pekarangan yang bermanfaat, bukan berharap hasil instan dari klaim-klaim yang belum tentu terbukti.
Kalau Anda tertarik menanam bidara atau tanaman rempah dan obat keluarga lainnya, kami di Ardelia Bibit siap bantu carikan bibit yang sesuai kebutuhan lahan Anda.
Artikel Terkait
Rempah & BumbuHarga Cengkeh Tembus Rp150 Ribu/Kg, Kenapa Sekarang Momen Pas Buat Mulai Kebun Sendiri?
Harga cengkeh masih bertahan tinggi di kisaran Rp150 ribu per kg pertengahan 2026. Ini alasan kenapa sekarang waktu yang pas untuk mulai menanam sendiri.
Baca selengkapnya →
Bibit BuahTabulampot: Bisa Nggak Bibit Alpukat, Kelengkeng, Sawo Ditanam di Pot untuk Halaman Sempit?
Tabulampot jadi solusi populer buat halaman sempit. Tapi apakah alpukat, kelengkeng, dan sawo sama-sama gampang berbuah di pot? Ini faktanya.
Baca selengkapnya →
Pohon Kayu & KehutananSengon vs Jabon — Mana Lebih Cepat Balik Modal untuk Investasi Kayu?
Sengon dan Jabon sama-sama kayu cepat tumbuh, tapi karakter dan pasarnya beda. Simak perbandingannya sebelum menentukan pilihan untuk lahan Anda.
Baca selengkapnya →Masih ada pertanyaan soal bibitnya?
Tanya via WhatsApp