← Semua Artikel

3 menit baca

Kaliandra vs Indigofera: Pilihan Hijauan Pakan Ternak Berprotein Tinggi

Perbandingan kandungan protein, jarak tanam, dan siklus panen kaliandra dan indigofera — dua hijauan pakan ternak yang paling banyak dicari peternak.

Kaliandra vs Indigofera: Pilihan Hijauan Pakan Ternak Berprotein Tinggi

Pakan hijauan jadi faktor penting buat produktivitas ternak ruminansia — sapi, domba, kambing — tapi rumput saja sering tidak cukup memenuhi kebutuhan protein. Di sinilah kaliandra dan indigofera jadi pilihan yang banyak dicari peternak, karena dua-duanya tergolong tanaman legum dengan kandungan protein jauh lebih tinggi dibanding rumput biasa. Tapi keduanya tidak identik — ada beberapa perbedaan yang perlu diketahui sebelum memutuskan mau menanam yang mana, atau kombinasi keduanya.

Kandungan Protein: Indigofera Sedikit Lebih Unggul

Berdasarkan riset Fakultas Peternakan IPB, daun Indigofera zollingeriana mengandung protein kasar sekitar 27,9%, serat kasar 15,25%, kalsium 0,22%, dan fosfor 0,18%, dengan tingkat kecernaan yang tinggi (sekitar 77%). Kaliandra sedikit di bawahnya — kandungan protein kasarnya berkisar 20-25% menurut sejumlah sumber peternakan, dengan energi kasar sekitar 4.630 kkal/kg.

Bedanya, kaliandra mengandung tanin yang cukup signifikan (anti-nutrien yang bisa mengganggu penyerapan protein kalau diberikan 100% tanpa campuran). Karena itu, pemberian kaliandra sebagai pakan tunggal biasanya dibatasi sekitar 30% dari total ransum, dicampur dengan hijauan lain — bukan diberikan penuh sendirian.

Jarak Tanam

Jarak tanam kedua tanaman ini cukup berbeda karena karakter pertumbuhannya juga beda:

  • Indigofera — untuk kebutuhan pakan, jarak tanam yang umum dipakai sekitar 50-100 cm antar tanaman dalam satu baris, dengan jarak antar baris 100-150 cm. Ada juga rekomendasi riset yang lebih spesifik di angka 1,5 m x 0,5 m atau 1,0 m x 1,5 m tergantung kondisi lahan.
  • Kaliandra — kalau ditanam sebagai pohon serbaguna (kayu bakar + pakan + penahan erosi), jaraknya bisa 3-4 meter. Tapi khusus untuk kebutuhan pakan ternak yang dipanen rutin, jarak bisa dirapatkan jadi 0,5-1 meter supaya hasil panen per luas lahan lebih banyak.

Siklus Panen

Ini salah satu pertimbangan praktis paling penting buat peternak:

  • Indigofera — menurut data Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari (Ditjen PKH Kementan), panen pertama bisa dilakukan pada umur 240 hari setelah tanam, lalu panen berikutnya bisa berselang 60-90 hari. Tanaman bisa terus produktif hingga 3 tahun bahkan ada yang menyebut sampai 25 tahun tergantung perawatan.
  • Kaliandra — panen pertama biasanya dilakukan setelah tanaman berumur sekitar 1 tahun, dengan tinggi potong awal sekitar 75 cm lalu 100 cm untuk panen selanjutnya. Setelah itu, kaliandra bisa dipanen ulang tiap 12 minggu sekali karena tunasnya tumbuh cepat setelah dipangkas (sistem cut and carry).

Ketahanan terhadap Kondisi Lahan

Dua-duanya sama-sama tahan kekeringan, tapi masing-masing punya kelebihan spesifik. Indigofera dikenal cukup toleran terhadap genangan air dan salinitas, jadi bisa jadi pilihan di lahan yang kondisinya kurang ideal untuk hijauan lain. Kaliandra sebaliknya tidak tahan genangan, tapi punya sistem perakaran kuat yang membuatnya sering ditanam di lereng atau tebing untuk menahan erosi sekaligus jadi sumber pakan.

Kombinasi, Bukan Pilih Salah Satu

Beberapa penelitian peternakan justru menguji kombinasi kaliandra dan indigofera dalam satu ransum pakan komplit — bukan memilih salah satu. Pendekatan ini masuk akal karena karakter keduanya saling melengkapi: indigofera protein lebih tinggi dan kecernaan lebih baik, kaliandra lebih tahan dipangkas rutin dan cocok sekaligus untuk konservasi lahan miring. Kalau lahan memungkinkan, menanam keduanya berdampingan bisa jadi strategi yang lebih fleksibel dibanding hanya mengandalkan satu jenis.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Amankah kaliandra diberikan setiap hari ke ternak? Sebaiknya tidak diberikan 100% sendirian setiap hari karena kandungan tanin-nya. Dicampur dengan hijauan lain (termasuk indigofera) dengan porsi kaliandra maksimal sekitar 30% dari total ransum jauh lebih aman untuk penyerapan protein ternak.

Mana yang lebih cocok untuk lahan sempit di pekarangan? Indigofera lebih fleksibel untuk lahan sempit karena bisa ditanam rapat (jarak antar tanaman 50-100 cm) dan dipangkas rendah. Kaliandra untuk kebutuhan pakan juga bisa dirapatkan, tapi karakternya yang jadi pohon serbaguna (bisa untuk kayu bakar & penahan erosi) membuatnya lebih ideal kalau lahannya sedikit lebih luas atau berkontur miring.

Berapa kali bisa panen dalam setahun? Kaliandra bisa dipanen tiap 12 minggu sekali (sekitar 4 kali setahun) setelah panen pertama di usia 1 tahun. Indigofera sedikit lebih jarang, tiap 60-90 hari (sekitar 4-6 kali setahun) setelah panen pertama di usia 240 hari.


Kalau Anda sedang menyiapkan lahan hijauan pakan ternak dan butuh bibit kaliandra atau indigofera, chat kami untuk cek stok dan ukuran bibit yang tersedia.

Masih ada pertanyaan soal bibitnya?

Tanya via WhatsApp